
Masyayikh
Kiai Abdul Jalil
± 1940 – 10 Juni 1967 M
Memuat tanggal
Masyayikh
Pengasuh III (1952–1991), Perumus Satlogi Santri · 1928 – 1991 M
Nama kecil Ahsan ('Non Akhsan'), lahir 28 Oktober 1928 di Karangbong, putra KH. Moh. Hasan. Pengasuh ketiga sejak 1952: ulama kharismatik, pejuang Hizbullah, negarawan, sekaligus seniman.
KH. Hasan Saifouridzall terlahir dengan nama Ahsan (akrab dipanggil Non Akhsan) pada 28 Oktober 1928 / 13 Jumadil Awal 1347 H di Desa Karangbong, Pajarakan, Probolinggo — putra KH. Mohammad Hasan dan Nyai Hj. Siti Aminah. Masa kecilnya penuh kesederhanaan; beliau sempat berjualan asongan untuk membantu ekonomi keluarga, namun tetap bersemangat menuntut ilmu.
Selepas menempuh pendidikan di Probolinggo dan Bondowoso, beliau kembali ke Genggong (1944) lalu mondok di Tebuireng (KH. Hasyim Asy'ari), Peterongan (Kiai Romli), dan Lirboyo (Kiai Mahrus Ali). Pada 1948, di usia 20 tahun, beliau memimpin perang gerilya di Tulangan, Sidoarjo, bersama laskar Hizbullah.
Pada 1952, di usia 24 tahun, beliau menerima amanah kepemimpinan dari sang ayahanda — ditandai pemakaian peci putih sebagai simbol pergantian — dan menjadi pengasuh ketiga Ponpes Genggong. Di tangan beliau lahir Satlogi Santri dan berkembang lembaga-lembaga pendidikan formal.
Beliau dikenal sebagai da'i kharismatik (singa podium), negarawan yang duduk di MPR periode 1987–1992, sekaligus seniman yang mencipta lagu, membentuk drum band santri, dan menerbitkan album musik pesantren.
Silsilah

Masyayikh
± 1940 – 10 Juni 1967 M

Masyayikh
Lahir 1926 M / 1351 H

Masyayikh
Wafat ± 1990 M