Lewati ke konten

Memuat tanggal

Pesantren Zainul HasanGenggongمعهد زين الحسن

Tentang Pesantren

Latar Belakang

Sejarah berdirinya Pondok Genggong pada 1839 M / 1250 H hingga menjadi Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Pesantren Zainul Hasan Genggong didirikan pada tahun 1839 M (1250 H) oleh KH. Zainul Abidin di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Pada mulanya pesantren ini dikenal dengan nama Pondok Pesantren Genggong.

Nama Genggong diambil dari nama bunga yang banyak tumbuh di sekitar pesantren. Bunga genggong lazim dipakai masyarakat setempat sebagai hiasan pada acara pernikahan dan khitanan. Adapun nama Zainul Hasan disematkan untuk mengenang dua tokoh pendiri: KH. Zainul Abidin dan KH. Mohammad Hasan.

Tiga Periode Nama

  1. Pondok Genggong (1839–1952 M) di bawah asuhan KH. Zainul Abidin dan KH. Mohammad Hasan.
  2. Asrama Pelajar Islam Genggong (APIG) (1952–1959 M) di bawah asuhan KH. Hasan Saifouridzall.
  3. Pesantren Zainul Hasan Genggong, resmi sejak 19 Juli 1959 M hingga sekarang.

Latar Belakang Pendirian

Pendirian pesantren dilatarbelakangi oleh keadaan masyarakat yang pada saat itu banyak belum mengenal baca tulis dan masih menjalankan kebiasaan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pesantren hadir sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan akhlak bagi masyarakat sekitar dan daerah-daerah lain.

Dari surau kecil di Karangbong, tumbuh pesantren yang kini menaungi belasan lembaga pendidikan dan ratusan madrasah cabang.
Diperbarui oleh Biro Kominfo.