Lewati ke konten

Memuat tanggal

Pesantren Zainul HasanGenggongمعهد زين الحسن

Masyayikh

KH. Ahmad Nahrawi

Ulama Dermawan, Penggagas 41 Masjid · Wafat 2 Januari 1942 M / 16 Rabiuts Tsani 1362 H

Putra sulung KH. Moh. Hasan; ulama dermawan dan hafidz Al-Qur'an. Menggagas pembangunan 41 masjid di Probolinggo–Bondowoso dan perluasan pesantren hingga 10 hektar. Wafat 2 Januari 1942.

KH. Ahmad Nahrawi — masa muda dikenal sebagai Non Syamsuri — adalah putra sulung KH. Moh. Hasan dan Nyai Ruwaidah. Beliau seorang hafidz Al-Qur'an yang alim dan dermawan.

Beliau menggagas pembangunan 41 masjid yang tersebar di Probolinggo dan Bondowoso — di antaranya Masjid Jami' Kraksaan — tanpa meminta bantuan warga sekitar. Di lingkungan pesantren, beliau menggagas modernisasi bangunan: mengganti pagar bambu menjadi tembok pada 1939, membangun madrasah pertama pada 1934, dan memperluas area pesantren hingga mencapai 10 hektar.

Beliau menikah dengan Nyai Marfu'ah dan dikaruniai sebelas putra-putri, di antaranya Kiai Abdul Jalil, KH. Ahmad Tuhfah (Non Tuhfah), dan KH. Sholeh Nahrawi (Non Kalim). KH. Ahmad Nahrawi wafat pada hari Rabu Kliwon, 16 Rabiuts Tsani 1362 H / 2 Januari 1942 M.

Silsilah

Masyayikh lainnya