Lewati ke konten

Memuat tanggal

Pesantren Zainul HasanGenggongمعهد زين الحسن

Pendiri

KH. Zainul Abidin

Perintis & Pengasuh I Pondok Genggong · Merintis 1839 M – wafat 1890 M

Perintis Pondok Genggong (1839 M / 1250 H) di Desa Karangbong, Pajarakan, Probolinggo. Berasal dari Genggong dan menimba ilmu di Pesantren Darasemo, Surabaya; berdakwah dari rumah ke rumah hingga lahirlah pesantren.

KH. Zainul Abidin berasal dari Genggong, Probolinggo, dan menimba ilmu di Pesantren Darasemo, Surabaya. Beliau berdakwah dari rumah ke rumah dan menggelar pengajian kelompok di tengah masyarakat, hingga masyarakat menilai amaliyahnya selaras dengan ilmunya dan menyematkan gelar Kiai.

Pendidikan nonformal dimulai dengan mengumandangkan bacaan Al-Qur'an di kediaman beliau setiap ba'da maghrib hingga isya bagi santri kalong. Ketika santri kian bertambah dan mulai menetap, berdirilah Pondok Genggong di Desa Karangbong, Pajarakan, Probolinggo, pada tahun 1839 M.

Keadaan pesantren

Sekitar 50–100 santri menetap dengan dua sistem pengajaran: sorogan bagi santri mukim dan weton bagi santri kalong. Asrama masih sederhana — dikenal sebagai kotakan dari bambu/kayu beratap daun tebu — dibangun santri bersama para wali santri.

Pada 1865 beliau mengambil menantu KH. Moh. Hasan, dan pesantren makin berkembang. Sebelum wafat pada 1890 M, KH. Zainul Abidin mengamanatkan kelangsungan Pondok Genggong kepada KH. Muhammad Hasan.

Silsilah

Masyayikh lainnya